Sebelum saya beritahu bagaimana caranya menemukan konten berpotensi viral, sedikit saya ingin menjelaskan apa yang dimaksud dengan konten viral dan kriteria sebuah konten dapat dikatakan berpotensi viral.
Viral Content adalah istilah yang disematkan pada sebuah konten atau ide dimana konten tersebut menyebar dengan cara dibagikan dari satu orang ke orang yang lain. Karena menggunakan media Facebook maka viral yang dimaksud disini adalah menyebar luas di Facebook.
Yang menentukan sebuah konten disebut viral atau berpotensi viral bukan dari jumlah like, comment, atau sharenya. Like, comment, atau share itu sangat relative tergantung reach dari konten tersebut. Sementara reach juga sangat bergantung dari algoritma Facebook sendiri. Fanspage dengan jumlah fans sangat banyak, tentunya akan mudah mendapatkan jumlah interaksi di setiap postnya karena reach organicnya juga besar.
Jadi apa yang menentukan sebuah konten itu viral atau berpotensi viral? Konten viral atau berpotensi viral ditentukan berdasarkan rasio atau perbandingan jumlah like dan share. Sebuah post berpotensi viral bila nilai perbandingan like dan share 20% atau lebih.
Contoh:
  • Post A: 1000 like, 200 share -> potensi viral.
  • Post B: 1000 like, 1000 share -> viral
  • Post C: 1000 like, 2000 share -> viral banget
Seorang professor bernama Jonah Berger, menganalisa 10.000 konten dan menemukan ada 6 kunci mengapa konten bisa menjadi viral. Ia menyebutnya 6 key STEPPS. Analisa ini membuktikan bahwa sebuah konten di sosial media bisa menjadi viral bukan karena kebetulan. Viral itu bisa diciptakan.
6 kunci ini dijelaskan secara lengkap dibukunya yang berjudul Contagious: Why Things Catch On. 6 kunci itu adalah:
S = Social currency
T = Trigger
E = Emotion
P = Public
P = Practical value
S = Story
Dari 6 faktor tersebut yang bisa dicari dan ditemukan di Facebook adalah Emotion dan Story.
Hampir bisa dipastikan seseorang itu berbagi karena emosinya. Mereka terpengaruh ketika melihat atau membaca konten di Facebook. Pikiran yang sudah bercampur dengan emosi mempengaruhi mereka untuk segera mengambil tindakan saat itu juga. Kepedulian, memancing mereka untuk berbagi. Jadi prinsipnya “When We Care, We Share”.
Ada 2 jenis emosi, yaitu positif dan negatif.
Contoh:
  • Share karena emosi positif 
    Fans Barcelona, ketika melihat jagoan nya juara liga, perasaan mereka senang bukan main dan mereka akan berbagi berita kemenangan jagoannya dan tidak berhenti membicarakan topik itu.
  • Share karena emosi negatif 
    Orang yang berjiwa nasionalis, ketika membaca dan mendengar kebijakan buruk pemerintah akan merasa marah. Lalu mereka berbagi konten tersebut, dan tidak henti-hentinya membicarakan topik tersebut.
Jadi baik konten positif ataupun konten negatif sama-sama berpotensi untuk menjadi sebuah konten yang viral. Tapi yang paling penting bukan jenis emosinya tapi tingkat emosinya yang membedakan suatu konten bisa menjadi viral. Semakin tinggi level emosi yang terlibat maka semakin tinggi pula keinginan orang untuk berbagi.
Jonah Berger menyebutnya dengan AROUSAL.
Menemukan Konten Yang Berpotensi Viral
Emosi diekspresikan dengan kata-kata. Jadi kalau di Facebook, kita bisa mencari kata-kata yang berkaitan dengan emosi orang ketika membagikan sebuah konten.
Nah, sekarang bagaimana cara mencarinya? Untuk bisa mencari konten seperti ini Anda membutuhkan sebuah tools khusus namanya The Graph. Tools ini sangat membantu dan memudahkan pekerjaan Anda mencari sebuah konten hanya dengan memasukkan beberapa kata yang mengeskpresikan emosi seseorang.
Berikut caranya:
1. Jalankan The Graph dan masukkan kata-kata yang mewakili emosi.
Positif  (High Arousal):
  • amazing, awesome, incredible, cool, lol, cute, wow, epic, keren, hahaha, wkwkwk, subhanallah, masya allah, dsb
Negatif (High Arousal):
  • w*f, wh*t the f*ck, wh*t the h*ll, bast*rd, parah, gila, anjr*t, kampr*t, bangke, sadis, sialan, terkutuk, astaghfirullah, dsb
Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan topik tertentu yang sedang Anda cari. Misal: cute cats, amazing talent, lol yoga dsb.
2. Jenis posting yang Engaging.
Setelah kita tau emosi dan topik yang ingin dicari, yang perlu di perhatikan adalah jenis post yang paling engaging di Facebook yaitu video dan photo. Video, dan photo adalah jenis post yang paling engaging diantara jenis post lainnya.
Menemukan Konten Berpotensi Viral
3. Kemudian filter berdasarkan waktu
Dengan The Graph kita bisa memfilter pencarian kita berdasarkan waktu kapan post tersebut di posting. Jadi kita bisa mendapatkan konten viral yang paling up to date, atau kita bisa cari konten viral di masa lalu untuk diposting ulang untuk mendapatkan efek viral yang sama.
Menemukan Konten Berpotensi Viral
4. Berapa rasio Like dan Sharenya
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya diatas, patokan sebuah konten viral atau berpotensi viral bukan dari jumlah interaksinya tapi dari nilai perbandingan like dan share. Dan jika sudah menemukan post yang berpotensi viral seperti ini, kita bisa tiru post tersebut kemudian kita boost reachnya dengan diiklankan beberapa dollar saja.
5. Tentukan interest audience yang sesuai
Tentunya jika kita mau mengiklan suatu post, kita harus menargetkannya ke audience yang sesuai dengan topik tersebut. Sehingga kemungkinan post tersebut jadi viral juga menjadi lebih besar. Jangan mengiklankan video anjing lucu ke audience Ust. Yusuf Mansyur. Gak nyambung ๐Ÿ˜€
Penasaran dengan hasilnya?
Inilah beberapa post yang pernah saya bikin sendiri maupun saya tiru dari FansPage sebelah lalu saya iklankan beberapa dollar saja.
Menemukan Konten Berpotensi Viral
Menemukan Konten Berpotensi Viral
Menemukan Konten Berpotensi ViralSekarang coba bayangkan, bagaimana kalau seandainya post kita jadi sangat viral dan dilihat oleh jutaan orang lalu di dalamnya ada sedikit jualan kita. ๐Ÿ˜€
The graph telah membantu lebih dari 200+ online marketer dan diliput secara exlusif oleh Tech in Asia. Buat yang belum punya toolsnya bisa kesini The Graph. Penjualan akan segera ditutup tanggal 30 April 2015 nanti dan dibuka kembali tapi untuk market internasional (belum tahu kapan) Ada diskon 25% dalam waktu yang TERBATAS.
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top